Hagia Sophia dibangun sebagai gereja pada abad ke-6 di bawah kepemimpinan Kaisar Bizantium, Justinianus. Justinian meminta bangunan ini didirikan di atas reruntuhan gereja lain yang telah berdiri beberapa kali pada masa kekaisaran Justinian, dan proses pembangunannya memakan waktu lima tahun. Ia sempat berfungsi sebagai tempat ibadah, museum di Istanbul, lalu kembali menjadi masjid seiring berjalannya waktu. Justinian berusaha menunjukkan dominasi atas leluhur Romawi dengan menciptakan sebuah struktur arsitektur yang tiada tanding. Arsitekturnya mencerminkan perkembangan keagamaan yang berbeda di wilayah ini, dengan minaret-minaret Islam dan prasasti, serta mosaik Kristen yang mewah.
Istanbul adalah kota besar dengan banyak artikel distrik yang menjelaskan atraksi, bar, kehidupan malam, dan pilihan akomodasi, sekaligus menjadi salah satu kota paling populer untuk perawatan kesehatan di Türkiye. Istanbul juga merupakan kota terpadat di Türkiye, serta pusat budaya dan keuangan negara tersebut.
Dengan sejarah panjang dan kaya yang menjadi pusat kerajaan sejak masa Romawi, Bizantium, dan Ottoman, Istanbul menawarkan situs bersejarah dan keagamaan yang menakjubkan untuk dikunjungi. Kawasan arkeologi utama berkumpul di sekitar Alun-alun Sultanahmet dan mencakup Hagia Sophia, Istana Topkapi, Basilica Cistern, dan Masjid Biru, bersama situs-situs bersejarah lainnya.
Â
Hagia Sophia Sebagai Situs Warisan Dunia
Pada era 1980-an, Hagia Sophia dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO di Istanbul. Ini telah menjadi salah satu atraksi wisata paling populer di kota tersebut, dengan hampir empat juta pengunjung setiap tahun. Setelah penyelesaiannya, ia menjadi gereja katedral terbesar di seluruh dunia Kristen, dan kemudian pusat kehidupan religius, politik, dan seni bagi dunia Bizantium. Umat Ottoman mengubahnya menjadi masjid setelah kedatangan Sultan Mehmed II. Sejak itu, Hagia Sophia menjadi tempat ibadah Muslim utama. Hal terpenting yang bisa dilakukan pengunjung adalah mengagumi fasadnya yang megah, dengan kubah raksasa dan empat menaranya yang menjadi latar foto yang menakjubkan.
Dari dalam, pengunjung bisa melihat mosaik Bizantium yang menghiasi langit-langit Hagia Sophia serta rangkaian karya arsitektur dan artefak kuno, termasuk lampu gantung bersejarah yang menambah suasana. Untuk membangun katedral ini, marmer dan batu hias diimpor dari berbagai belahan dunia. Kaisar mengeluarkan seluruh kekayaannya untuk mempercantik bangunan ini, dengan marmer berwarna-warni serta mosaik emas, perak, kaca, ubin, dan potongan batu berwarna pada dinding interior. Hagia Sophia di Istanbul menegaskan pentingnya dan kesucian bagi pengunjung Muslim dan Kristen, dengan ikon-ikon yang mewakili kedua agama tersebut.
Virgin Mary berada di langit Hagia Sophia, dunia kemegahan, dan nama Nabi Muhammad terpahat di dinding dengan prasasti berlapis emas, Mihrab, serta kolom di area shalat. Selain itu, Anda bisa mengunjungi makam Sultans Ottoman yang terhubung dengan kompleks masjid Hagia Sophia, menandakan kesucian serta pentingnya sejarah bagi bangsa Türkiye.
Selepas itu, rileks di Taman Gulhane yang hijau dekat Hagia Sophia atau kunjungi beberapa atraksi terdekat seperti hamam Hagia Sophia, Masjid Sultanahmet, atau Topkapi Museum.
Apakah Istanbul Tourist Pass® Memberikan Akses ke Masjid Hagia Sophia?
Ya! Istanbul Tourist Pass® memberikan akses ke tur berpemandu Masjid Hagia Sophia. Selain itu, Pass ini membantu Anda menghemat biaya, hingga lebih dari 50%. Anda bisa membeli Pass untuk mengakses museum-museum paling banyak dikunjungi di Istanbul dan tiketnya tersedia secara virtual, sehingga tidak perlu mengantre. Nikmati Istanbul secara maksimal dengan Istanbul Tourist Pass® dan pesan kunjungan Anda sekarang!