Rumeli Hisari (Rumeli Fortress)
Rumeli Hisari adalah benteng besar yang dibangun jelang penaklukan Istanbul oleh Mehmed sang Penakluk. Benteng ini lama mengawasi Bosporus dan awalnya berfungsi mencegah bantuan dari sisi Bosporus. Karena perannya, benteng ini juga dikenal sebagai Bogazkesen, yaitu Pemotong Selat. Letaknya di titik paling sempit Bosporus, seberang Anadolu Hisari, di distrik Sariyer. Luasnya sekitar 60.000 m2 dengan 5 gerbang dan 4 menara.
Selama berabad-abad, Rumeli Hisari sering rusak karena gempa, namun selalu diperbaiki. Benteng ini ditinggalkan pada abad ke-19, sehingga beberapa penduduk mendiami bangunannya. Pada 1953, penduduk dipindahkan dan benteng menjalani restorasi tiga tahun pada 1955. Pada 1960, dibuka sebagai museum umum. Saat ini Anda bisa menjelajahi dinding dan menaranya, sambil mengikuti berbagai acara yang diadakan selama bulan-bulan musim panas. Nama benteng ini menjadi identitas bagi banyak bisnis lokal dan menjadi benteng bersejarah paling terkenal di Istanbul.
Anadolu Hisari (Anatolian Fortress)
Anadolu Hisari adalah saudara tertua dari Rumeli Hisari. Dibangun antara tahun 1393 dan 1394 oleh Sultan Bayezid I. Benteng ini berfungsi sebagai pos pengawas, sehingga ukurannya lebih kecil dibanding Rumeli Hisari dengan luas sekitar 7.000 m2. Berlokasi di seberang Bosporus, di distrik Beykoz. Seperti Rumeli Hisari, nilai historisnya membuat wilayah sekitar dan tempat-tempat sekitarnya dinamai dengan namanya. Secara historis dikenal juga sebagai Guzelce Hisar, yang berarti Benteng yang Indah. Bersama dengan Rumeli Hisari, Anadolu Hisari berperan memotong lalu lintas kapal di Bosporus dan membantu Ottoman menaklukkan Konstantinopel.
Setelah Istanbul ditaklukkan, Anadolu Hisari berfungsi sebagai penjara dan rumah bea cukai. Menjelang akhir era Ottoman, benteng ini ditinggalkan dan perlahan rusak. Antara 1991–1993, ia direstorasi, tetapi hingga kini belum dibuka untuk umum. Namun Anda tetap bisa melihat benteng megah ini saat tur pelayaran Bosporus.
Yedikule Hisari
Terletak di lingkungan Yedikule, Fatih, benteng bersejarah ini dibangun oleh Sultan Mehmed II pada 1458. Pembuatannya tidak murni dari nol; ia menambah tembok dan tiga menara ke bagian Tembok Konstantinopel kuno. Namanya diterjemahkan sebagai Benteng Tujuh Menara. Sebelum gudang harta dipindahkan ke Topkapi Palace, menaranya berfungsi sebagai tempat penyimpanan emas, perak, koin, dokumen penting, dan barang berharga. Setelah perpindahan, Yedikule berfungsi sebagai penjara. Sultan Osman II (Young Osman) dipenjarkan dan dieksekusi di sini oleh Janissaries pada 1622.
Selain tujuh menaranya dan temboknya, terdapat masjid kecil dan air mancur di halaman dalamnya. Yedikule akhirnya menjadi museum pada 1895. Hari ini sering dipakai untuk festival dan acara.
Walls of Constantinople
Walaupun bukan satu menara atau benteng tunggal, tembok yang mengelilingi semenanjung bersejarah di distrik Fatih menarik perhatian selama Tur Kota Tua. Tembok panjang dan ratusan menara ini tidak dibangun dalam satu waktu, melainkan bertambah seiring masa pemerintahan kaisar berbeda. Diyakini Konstantinus Agung memulai pembangunan tembok ini. Seiring pertumbuhan kota, tembok pun terus diperluas, seperti Tembok Theodosian dan Tembok Blachernae.
Tembok ini menahan banyak serangan, termasuk pengepungan Avar-Persia, Arab pertama dan kedua, Revolusi Thomas the Slav, Perang Salib Keempat, serta penaklukan Ottoman pertama. Mereka akhirnya kalah pada 1453 ketika Istanbul berada di perbatasan Kekaisaran Ottoman. Meski sebagian tembok rusak akibat gempa, upaya pemulihan tetap berjalan. Anda bisa mengikuti tur tembok kota Istanbul dan berjalan di bagian tertentu dari tembok bersejarah ini.
The Maiden’s Tower
Pastilah salah satu menara bersejarah terindah di Istanbul. Maiden’s Tower sangat populer di kalangan warga maupun turis. Meski tidak ada data pasti mengenai tanggal pembangunannya, diyakini sebuah menara kayu didirikan di tempatnya sekitar 1110 oleh Kaisar Bizantium Alexius Comnenus. Menara ini dilindungi tembok batu dan berfungsi sebagai menara pengawas. Setelah penaklukan Istanbul, menara ini dibongkar dan dibangun ulang oleh Ottoman. Namun terjadi kebakaran pada 1719, lalu dibangun kembali pada 1725. Hari ini Anda bisa menyeberang dengan feri singkat ke Maiden’s Tower untuk melihat Selat Bosporus dari puncaknya atau dari kafe di lantai pertama.
Galata Tower
Galata Tower di Istanbul adalah menara bersejarah yang paling dikenal. Menara ini awalnya dibangun pada 1348 oleh koloni Genoa di Konstantinopel. Tingginya 67 meter dengan gaya arsitektur khas dan lokasi yang sangat mencolok di distrik Beyoglu. Dari puncak Galata Tower, Anda bisa melihat Golden Horn, Bosporus, dan area sekitar Beyoglu. Sejak direstorasi dan dibuka untuk umum pada 1967, menara ini telah menjadi simbol Istanbul.