Kekayaan kota ini terlihat di setiap sudut saat Anda berjalan menelusuri jalan-jalan bersejarah. Bangunan dan monumen ikonik seperti Hagia Sophia, Kota Tua Sultanahmet, Istana Topkapi, dan Grand Bazaar menjadikan Istanbul pusat budaya dan sejarah kelas dunia.
Setiap bangunan di kota megah ini menyimpan kisahnya sendiri. Salah satu kisah itu adalah tentang Masjid Hagia Sophia Kecil. Bangunan bersejarah ini terletak di kawasan semenanjung bersejarah Istanbul dan menarik perhatian lewat keindahan arsitekturnya. Dulunya sebuah gereja pada masa Bizantium, bangunan kecil ini mengalami beberapa perubahan. Kini ia berfungsi sebagai masjid yang memiliki peranan penting dalam mosaik budaya Istanbul.
Masjid Hagia Sophia Kecil memberikan kontribusi penting pada tekstur kota Istanbul yang kaya akan warisan sejarah dan budaya dari masa lalu hingga sekarang.
Dengan Istanbul Tourist Pass®, Anda bisa mengunjungi lebih dari 100 atraksi di Istanbul. Anda bisa menghemat waktu dan uang dengan tidak antre panjang atau membayar tiket masuk museum. Istanbul Tourist Pass® menawarkan layanan tingkat tertinggi di Istanbul. Fitur audio guide gratis bisa membuat tur Anda lebih menyenangkan. Anda bisa berkeliling sambil belajar.
Selain itu, Layanan Dukungan Pelanggan siap membantu Anda merencanakan dan menavigasi perjalanan sebelum tiba di Istanbul. Istanbul Tourist Pass® adalah kartu wisata yang memberi akses ke banyak atraksi, seperti Istana Topkapi, Hagia Sophia, Istana Dolmabahçe, tur sehari di Danau Sapanca, makan malam di Bosphorus, dan Layanan Antar-jemput Bandara Istanbul. Dapatkan layanan premium dengan Istanbul Tourist Pass®. Kunjungi situs resmi untuk detail lebih lanjut dan atraksi terbaru yang tersedia dengan pass.
Tentang Masjid Hagia Sophia Kecil
Masjid Hagia Sophia Kecil dulunya adalah gereja yang dibangun pada masa Kaisar Justinianus (527-565) dan dinamai untuk menghormati Sergius dan Bacchus. Saat mendekat ke bangunan sederhana ini, Anda akan melihat kesederhanaannya sebagai bukti dari era yang berbeda. Bangunan kubah kecil ini memancarkan pesona tenang, dikelilingi taman hijau kecil. Meski tampilannya sederhana, makna tempat ini tetap kuat seiring berjalannya waktu.
Luangkan waktu untuk menikmati kedamaian sekitar, tersembunyi di lingkungan Kumkapı. Meski tidak menampilkan ukiran rumit atau desain megah, kehadirannya yang rendah hati menyimpan sejarah dan arti budaya yang kaya. Masuklah dan temukan harta karun tersembunyi di dalam dinding Masjid Hagia Sophia Kecil. Dapatkan juga panduan audio gratis untuk menambah kualitas tur Anda.
Sejarah Hagia Sophia Kecil
Kaisar Justinianus I, terkenal karena membangun bangunan megah seperti Hagia Sophia, membangun tempat ini antara tahun 527 dan 536 M. Awalnya disebut Gereja Santo Sergius dan Bacchus, menghormati dua prajurit Kristen martir. Gereja ini menonjol karena desainnya yang unik dengan kubah besar di tengah, hal yang pada masa itu relatif baru dan bahkan diduga menginspirasi desain Hagia Sophia yang lebih besar.

Setelah penaklukan Konstantinopel oleh Ottoman pada tahun 1453, gereja ini diubah menjadi masjid bernama Küçük Ayasofya Camii. Mereka menambah menara besar dan sebuah sekolah keagamaan. Seiring waktu masjid ini menghadapi gempa, kelembapan, dan bahkan pernah berfungsi sebagai tempat perlindungan. Namun restorasi memungkinkan bangunan ini bertahan hingga kini.
Apa yang Patut Dilihat di Masjid Hagia Sophia Kecil
Dari luar, tampak desain bangunan kuno yang sederhana namun elegan. Dindingnya dibangun dari bata dan mortar, diperkuat dengan rantai batu kecil yang menjaga kekuatan struktur.

Masjid Hagia Sophia Kecil berbentuk oktagonal, artinya memiliki delapan sisi. Bayangkan sebuah oktagon besar di dalam bentuk persegi yang tidak sempurna. Di atasnya berdiri kubah megah yang dibagi menjadi enam belas bagian, sebagian datar dan sebagian melengkung. Delapan kolom menopang kubah dan menciptakan siluet yang indah di langit. Mendekati pintu masuk, Anda akan menemukan halaman dengan kebun kecil dan air mancur, ruang tenang untuk berhenti sejenak sebelum masuk.
Sesampainya di dalam, suasana tenang dan megah menyambut Anda. Interiornya memperlihatkan arcade dua lantai di sisi utara, barat, dan selatan, dengan kolom marmer kuning kehijauan dan merah Synnadic. Kolom-kolom ini mencerminkan keahlian pengrajin dari masa lampau dan detailnya menambah nilai sejarah ruangan.
Kisah dan Legenda tentang Masjid Hagia Sophia Kecil
Meskipun tidak selengkap Hagia Sophia, Hagia Sophia Kecil menyimpan kisah-kisah menarik. Salah satu legenda bercerita tentang Kaisar Justinianus, yang sebelum naik tahta menghadapi tuduhan pengkhianatan terhadap pamannya, Kaisar Justin I. Konon, penyelamatan oleh para santo Sergius dan Bacchus muncul dalam mimpi Justin I untuk membela Justinian. Untuk berterima kasih, Justinian berjanji membangun gereja bagi para santo. Banyak yang percaya bahwa Masjid Hagia Sophia Kecil adalah bukti janji suci itu.

Legenda lain menyebutkan bahwa bangunan ini pernah menjadi tempat uji coba teknik arsitektur mutakhir yang kelak disempurnakan dalam konstruksi Hagia Sophia yang besar. Meski tidak sepenuhnya supranatural, cerita ini menggambarkan semangat inovasi pada arsitektur Bizantium.
Seperti banyak bangunan kuno, desas-desus tentang harta tersembunyi di dinding Masjid Hagia Sophia Kecil juga muncul. Banyak yang percaya harta tersebut disembunyikan saat masa penaklukan Ottoman, meski kebenarannya belum terkonfirmasi.
Seperti halnya legenda, kisah-kisah ini menggabungkan kebenaran dan imajinasi, memberi gambaran tentang keyakinan dan aspirasi seputar Hagia Sophia Kecil sepanjang masa.